Beginilah aktifitas kakek bernama Sadi, umur delapan puluh tiga tahun, warga asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dalam setiap harinya berjualan ember menggunakan gerobak berjalan keliling desa
Tampak lelah dan letih, saat mendorong gerobak di bawah panasnya terik matahari, kakek bernama Sadi ini tetap semangat bersabar, ihklas menjalani pekerjaanya sebagai penjual ember keliling ke desa-desa
Saat dijumpai di Jalan Raya Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Magetan Jawa Timur, sang kakek berjalan menapaki jalan, berharap adanya pembeli ember, dan dapat menikmati hasil jerih payahnya
Kakek Sadi mengaku, dalam sehari biasa berjalan kaki mendorong gerobak kayu berisi ember, keliling desa hingga mencapai sepuluh, bahkan dua belas kilo meter, pekerjaan ini sudah ia jalani sejak lima tahun lalu
Ia menceritakan, pekerjaan ini terpaksa ia lakukan usai 3 anak dan istri meninggal beberapa tahun lalu. Ia tak mau menjadi pengangguran, pengemis, sebab pekerjaan ini ia anggap halal dan mulia
Biasanya satu ember ia jual mulai harga 15.000 rupiah untuk ukuran kecil dan ukuran paling besar hingga 90.000 rupiah. Terkadang dalam satu hari ia tak mampu menjual satu ember pun dan tak berpenghasilan
Suyanto, pembeli merasa kasihan, perihatin dengan kakek tua bernama Mbah Sadi 83 tahun yang masih mau berjuang, berjualan menyambung hidup, meski di perantauan jauh dari Probolinggo kota asalnya
Mbah Sadi, saat di temui di Jalan Raya Desa Ngariboyo mengaku, pekerjaan menjual ember keliling menggunakan gerobak ini terpaksa ia lakukan agar dapat menyambung hidup, meski ia rasa berat diusianya yang tua
Dengan adanya mbah sadi penjual ember keliling ini dapat menjadi motivasi kita agar tetap semangat berjuang hidup, menekuni semua pekerjaan apapun yang dirasa nyaman dan bisa menikmati meski berat
#magetan
#beritamagetan
#beritaterkini