Rudal Patriot AS Menipis ke Level “Melampaui Kritis” akibat Perang Iran
Stok rudal pencegat Patriot Amerika Serikat di Eropa dilaporkan menipis hingga level “melampaui kritis”. Kondisi tersebut dikaitkan dengan perang Iran yang berlangsung berbulan-bulan.
Seorang pejabat pertahanan AS dan pejabat NATO mengatakan persediaan Patriot di Eropa berada pada level sangat rendah. Pejabat AS menyebut kemampuan menghadapi serangan rudal balistik berkelanjutan kini sangat terbatas.
Stok tersebut terkuras setelah sejumlah rudal dialihkan ke Timur Tengah. Sistem Patriot digunakan untuk menghadapi serangan rudal dan drone Iran terhadap pasukan serta sekutu AS. Pengiriman Patriot ke Ukraina juga ikut mengurangi persediaan sebelumnya.
Analisis Center for Strategic and International Studies memperkirakan AS memiliki 2.330 pencegat Patriot sebelum perang. Sekitar 65 persen persediaan itu diperkirakan telah digunakan selama konflik.
Kekurangan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan NATO menghadapi potensi serangan Rusia. Namun, NATO membantah bahwa persediaannya telah mencapai kondisi melampaui kritis. Juru bicara militer NATO Martin O’Donnell menyebut aliansi masih memiliki amunisi pertahanan udara.
Selain Patriot, pasukan AS di Eropa juga menghadapi kekurangan rudal ATACMS. Pemerintah AS kini berupaya meningkatkan produksi untuk mengisi kembali persediaan. Namun, pemulihan stok membutuhkan waktu karena kapasitas produksi belum mampu mengejar kebutuhan.




