Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Sumatra Menurun, Penanganan Tetap Diperkuat
Jumlah titik panas atau hotspot karhutla di tiga provinsi Sumatra dilaporkan menurun. Namun, pemerintah tetap memperkuat pemantauan dan penanganan kebakaran.
Penurunan tersebut terjadi di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Ketiga provinsi itu menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla di Sumatra.
BNPB sebelumnya mengerahkan 39 unsur udara ke enam provinsi prioritas. Dukungan tersebut mencakup helikopter patroli, pesawat modifikasi cuaca, dan helikopter water bombing.
Di Sumatra, dukungan udara terbesar berada di Sumatera Selatan. BNPB menyiagakan satu helikopter patroli, satu pesawat OMC, dan tujuh helikopter water bombing. Jambi mendapat dua helikopter water bombing, sedangkan Riau mendapat lima unit.
Penurunan hotspot belum berarti seluruh kebakaran telah padam. Titik panas merupakan indikasi anomali suhu yang terdeteksi satelit dan tetap membutuhkan verifikasi lapangan.
Kondisi cuaca juga membuat kewaspadaan tetap diperlukan. Sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau dengan curah hujan rendah. Fenomena El Nino dan IOD positif turut meningkatkan risiko kekeringan serta karhutla.
Pemerintah terus mengandalkan patroli, pemadaman darat, operasi udara, dan modifikasi cuaca. Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.





