August 30, 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Penjual Pancake China Selipkan Uang untuk Bocah Kemoterapi, Kisahnya Viral
Viral

Penjual Pancake China Selipkan Uang untuk Bocah Kemoterapi, Kisahnya Viral

Richard Nelson August 29, 2026 2 min read

Seorang penjual pancake telur di Hefei, Provinsi Anhui, China, menjadi sorotan setelah diam-diam menyelipkan uang ke dalam pesanan makanan untuk seorang anak yang sedang menjalani kemoterapi. Wang Xianhuang, 33 tahun, memberikan uang tunai 100 yuan atau sekitar Rp263 ribu setelah membaca catatan khusus dari pelanggan.

Peristiwa itu bermula pada 17 Agustus 2026 ketika Wang menerima pesanan pancake melalui layanan pesan antar. Pelanggan meminta makanan tersebut disiapkan untuk anak yang menjalani kemoterapi, termasuk tanpa rumput laut dan selada serta sebagian dibuat tidak pedas. Tergerak oleh kondisi sang anak, Wang menambahkan dua gelas susu kedelai secara gratis dan menyelipkan uang 100 yuan ke dalam pesanan.

Penerima makanan tersebut adalah Haolin, anak laki-laki berusia empat tahun yang didiagnosis leukemia pada Februari. Ayahnya, yang bermarga Zhu, kemudian membagikan kisah tersebut di media sosial. Ia mengaku tersentuh karena seorang penjual yang tidak dikenalnya bersedia memberikan bantuan kepada putranya di tengah masa pengobatan.

Kebaikan Wang terasa semakin berarti karena kondisi ekonominya sendiri tidak mudah. Uang 100 yuan yang diberikan setara dengan keuntungan berjualan selama sekitar empat hari. Wang juga diketahui memiliki utang usaha lebih dari 200 ribu yuan. Setelah kisahnya viral, lapaknya justru ramai didatangi pembeli dan penjualan pancake meningkat hingga dua kali lipat.

Wang kemudian mengunjungi Haolin di rumah sakit pada 22 Agustus. Ia bahkan menyerahkan penghasilan beberapa hari terakhir serta hadiah dari media dengan total 8.100 yuan atau sekitar Rp21,3 juta kepada keluarga tersebut. Pemilik merek pancake tempat Wang berjualan turut menyumbangkan 2.000 yuan. Kondisi Haolin kini dilaporkan stabil, meski masih membutuhkan pengobatan lanjutan selama sekitar 18 bulan.