Kolombia Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan yang Dijajah
Kolombia resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan pada Senin, 10 Agustus 2026. Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri Kolombia. Pemerintah Kolombia menyebut keamanan Israel sebagai salah satu pertimbangan utama.
Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah yang dikuasai Israel sejak perang pada 1967. Sebagian besar komunitas internasional masih menganggap Golan sebagai wilayah Suriah yang diduduki. Karena itu, keputusan Kolombia berbeda dari posisi mayoritas negara.
Kolombia menjadi negara kedua yang secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut. Amerika Serikat sebelumnya mengambil langkah serupa pada masa pemerintahan Donald Trump. Pengakuan Washington terhadap Golan terjadi pada 2019.
Keputusan terbaru tersebut juga menandai perubahan besar kebijakan luar negeri Kolombia. Pemerintahan Presiden Abelardo de la Espriella berupaya mempererat kembali hubungan dengan Israel. Kebijakan itu berbeda dari pendekatan pemerintahan sebelumnya terhadap konflik Israel dan Palestina.
Pemerintah Kolombia menyatakan pengakuan tersebut berkaitan dengan kondisi keamanan Timur Tengah. Bogota juga menegaskan dukungannya terhadap hak Israel mempertahankan diri dari ancaman eksternal. Langkah ini diperkirakan mendapat perhatian besar dalam dinamika geopolitik Timur Tengah





