Serba - serbi

Wabup Ponorogo Berharap, Desa Paringan Bisa Menjadi Desa Terbaik Tingkat Provinsi

Ponorogo, Pewarta – Desa  Paringan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, menunjukkan totalitasnya dalam membangun wilayahnya. Mulai dari inovasi di bidang pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan sampai optimalisasi di ketiga bidang tersebut.

Hal ini terbukti saat Tim Penilai dari Provinsi Jawa Timur hadir di desa tersebut dalam Penilaian Lapang Lomba Desa Dan Kelurahan Serta Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Provinsi Jatim, Selasa (22/6/2021). Penilaian lapang ini merupakan lanjutan dari lomba desa tingkat kabupaten di Ponorogo yang dimenangkan oleh desa ini dan kemudian maju ke tingkat provinsi.

“Pada Mei lalu, mereka yang menang di tingkat kabupaten kemudian dilombakan di tingkat provinsi. Setelah itu, tiga pekan lalu para nominatornya diminta paparan. Desa Paringan sebagai satu dari enam nominator di tingkat provinsi juga sudah melakukan paparan itu. Nah, hari ini kita buktikan,” ungkap Ketua Tim Penilai Heru Suseno.

Pembuktian itu dilakukan dengan melihat langsung dokumen di administrasi pemerintahan, potensi desa dan pengelolaan aset desa.

 “Kita lihat bagaimana inovasi dalam administrasi desa. Lalu optimalisasi potensi desa, seperti tubingnya, kebun jeruk, usaha tape, air oksigen dan lainnya. Di bidang kemasyarakatan juga kita nilai, terutama optimalisasinya,” ulas Heru.

Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita saat menyambut kehadiran tim penilai mengatakan, Pemkab Ponorogo sangat mengapresiasi upaya masyarakat Desa Paringan dalam menjaga dan melestarikan semangat kebersamaan, kerukunan, keswadayaan dan kegotongroyongan yang mengakar dan melembaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, hal-hal yang ada di sini bisa ditiru oleh desa-desa yang lain di Ponorogo ini. Harapan lain tentunya, Paringan bisa menjadi desa terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2021 dan kita doakan berlanjut menjadi terbaik di tingkat nasional,” ungkap Wabup Lisdyarita.

Kepala Desa Paringan Suwendi mengatakan, pihaknya sebenarnya tidak melakukan persiapan lebih terkait penilaian ini. Sebab, hal-hal yang menjadi unsur dalam lomba desa tersebut sudah berjalan selama ini. Sehingga ia hanya perlu melakukan persiapan penyambutan tim penilai saja. Ada sekitar 34 titik dan kegiatan yang telah dipaparkan dan akan dinilai.

“Kami kira banyak yang bisa jadi unggulan dan bersanding dengan desa-desa lain. Harapannya dengn adanya lomba menambah motivasi untuk lebih berkarya dan meningkatkan produk, wisata desanya dan berbagai potensi yang ada,” kata Suwendi.(ns/sat/kominfo)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!