PERISTIWAPeristiwa

Tepat di Peringatan Hari Kemerdekaan, 3 Warga Binaan Rutan Magetan di Bebaskan

MAGETAN, Pewarta  – Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kala itu, Presiden Pertama Soekarno memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Tepat 77 tahun peringatannya hari ini (17/08/2022), Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Rutan Magetan Kanwil Kemenkumham Jatim akhirnya dapat kembali digelar secara langsung setelah 2 tahun Pandemi Covid-19 yang mengharuskan pelaksanaanya secara virtual.

Upacara dihelat di lapangan Rutan dan dihadiri oleh seluruh Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Mengenakan pakaian adat Jawa Tengah, Kasubsi Pengelolaan Aris Handoko memimpin pelaksanaan upacara di Rutan, sementara di tempat terpisah Kepala Rutan Magetan Eries Sugianto menghadiri undangan Pemerintah daerah Kabupaten Magetan untuk melaksanakan Upacara di Alun-alun Magetan. Tak sendiri, Karutan juga didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan Rudi Erwanto.

Upacara HUT Kemerdekaan RI di Rutan Magetan berlangsung khidmat dan lancar. Salah satu rangkaiannya, diberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada dua pegawai atas nama Murdianto dan Waladul Muttakin. Selain itu, turut diberikan pula SK remisi secara simbolis WBP. Adapun rincian remisi yang diberikan adalah 82 WBP memperoleh Remisi Normal dan 15 WBP mendapatkan Remisi PP 99 sehingga total 97 WBP yang memperoleh remisi dengan besaran remisi 1 bulan hingga 5 bulan. 3 WBP diantaranya langsung bebas.

Dalam amanatnya, Aris Handoko membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly dimana pada tahun ini, total remisi diberikan kepada 168.916 WBP yang terdiri dari 166.191 orang mendapatkan Remisi Umum dan 2.725 orang narapidana mendapatkan Remisi Umum II atau

“Saya atas nama Pemerintah RI, mengucapkan selamat kepada WBP yang menerima remisi, tunjukkanlah sikap dan perilaku yang baik secara konsisten, taat serta patuh menjalani ketentuan yang ada dalam program pembinaan. Bagi WBP yang langsung bebas, saya berharap jadilah insan dan pribadi yang benar-benar menyadari, dapat memperbaiki diri, serta tidak mengulangi lagi perbuatan yang salah. Tidak ada kata terlambat, pada akhirnya saudara dapat diterima kembali dengan baik oleh masyarakat, dan saya juga berharap saudara dapat berperan aktif sepenuhnya dalam pembangunan, dan sampaikanlah salam sehat untuk keluarga”, terang Yasonna H. Laoly

Menteri Hukum dan HAM RI juga mengucapkan selamat kepada para pegawai yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya. “Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada para pegawai yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya X (sepuluh), XX (dua puluh), dan XXX (tiga puluh) tahun. Penghargaan ini semoga dapat memotivasi kinerja para pegawai sehingga kedepannya semakin PASTI (profesional, akuntabel, sinergi, transparan, inovatif) dan BerAKHLAK. Sekali lagi saya sampaikan selamat atas pencapaiannya”, ucap Menkumham. Diakhir sambutannya, Menteri Hukum dan HAM RI menekankan dan berharap  dalam momen kemerdekaan ini, bangsa Indonesia dan Kementerian Hukum dan HAM RI khususnya selalu diberikan berkah dan berharap dapat melanjutkan pengabdian dan perjuangan mencapai tujuan negara.(ik/hms)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button