ADVETORIALSerba - serbi

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Pemkab Ngawi Gelar Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Ngawi Bonadi (tengah) saat membuka sosialisasi bidang cukai di aula Kecamatan Kedunggalar, Jum’at (12/11/2021)

NGAWI, Pewarta – Pemeritah Kabupaten Ngawi melalui Dinias Pangan dan Perikanan bekerjasama dengan Bea Cukai Madiun  menggelar sosialisasi  peraturan perundang-undangan bidang cukai  bagi Kelompok Tani, Kelompok Budidaya Ikan, Pelaku Pangan Segar, dan Pelaku usaha olahan pangan yang berlangsung di Aula Kecamatan Kedunggalar, Jumat (12/11/2021)

Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Ngawi Bonadi dengan menghadirkan narasumber dari Kepala Bae Cukai Madiun, Kepolisian Polres Ngawi dan Kejaksaan Ngawi

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Ngawi Bonadi mengatakan sosialisasi inti untuk memberikan pemahaman peraturan perundangan di bidang cukai kepada stakeholder dinas Pangan dan Perikanan

“ Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada seluruh stakholder dinas pangan dan perikanan Ngawi yakni Kelompok Tani, Kelompok Budidaya Ikan, Pelaku Pangan Segar, dan Pelaku usaha olahan pangan, tentang peratuan perundangan bidang cukai terutama rokok ilegal” ungkap Bonadi

Bonadi menyebut, pendanaan kegiatan sosialisasi tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT). Di mana dalam penggunaannya hanya untuk program sosialisasi saja

Bonadi berharap kepada peserta agar menyampaikan lagi kepada masyarakat untuk menekan penyebaran rokok ilegal

“ Kepada para peserta kita berharapkan apa yang didapat pada sosialisasi ini juga disampaikan kepada masyarakat sehingga menekan penyebaran rokok ilegal” pungkasnya

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Madiun Iwan Hermawan mengatakan Bea Cukai adalah kantor pelayanan dan pengawasan bea dan cukai dengan  tugas pokok yakni kepabeanan dan cukai. “Wilayah tugas kami meliputi Pemerintah Daerah eks karesidenan Madiun,” ungkapnya

Iwan menjelaskan sosialiasai  ini sarana edukasi bagai masyarakat tentang barang kena cukai, memahami menyadari dan memberikan kontribusi untuk menekan penyebaran rokok ilegal di Kabupaten Ngawi” imbuhnya

Kepala Bea Cukai Madiun Iwan Hermawan saat menyampaikan materi sosialisasi

Iwan juga beberapa ciri rokok illegal yang bisa dikenali, “Ada 4 ciri rokok ilegal. Cara mengenali dengan rumus 2P2B. Yaitu Polos, Palsu, Bekas, dan Berbeda,” pungkasnya

Sementara itu, narasumber dari Polres Ngawi  IPDA Edi Muryanto. Pria yang menjabat Kanit IV Pidana Khusus Satreskrim Polres Ngawi ini menyampaikan materi bidang cukai yang bersinggungan dengan kapasitas kepolisian sebagai penegak hukum. Salah satunya berkenaan PPRI Nomor 55 Tahun 1996 tentang Penyidikan Tindak Pidana Kepabeanan dan Cukai.

Sedangkan materi terakhir didampaikan dari Kejaksaan Negeri Ngawi. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, kejaksaan mendasar payung hukum yang tertuang dalam Pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2004.

Cakupan tugas dan wewenang kejaksaan dalam Undang-undang tersebut ada di tiga bidang. Yakni Bidang Pidana, Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, serta Bidang Ketertiban dan Ketenteraman Hukum. (ik/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button