PERISTIWA

Sapi Milik Warga Ngawi Mati Terjangkit PMK

Ningsih (58) warga Desa Pacing, Kecamatan Padas,  Kabupaten Ngawi ini, hanya bisa bersedih melihat ternak sapinya mati di kandang akibat terjangkit penyakit mulut dan kuku ( PMK) pada sabtu 02 juli 2022.   Seolah tidak percaya jika sapi yang sedianya digunakan untuk biaya sekolah anak dan cucunya itu mati. Sapi miliknya kini tinggal tiga ekor,  semua dalam penyembuhan.

Sapi itu awalnya terjangkit pmk dan tidak mau makan.  Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk mendatangkan dokter hewan untuk menyuntik sapinya.  Hanya saja sapi yang baru melahirkan anaknya sekitar 30 hari itu makin lemas dan mati. Kerugian ditafsir mencapai 12 juta hingga 13 juta rupiah.  Tak hanya punya Ningsih,  ada belasan sapi lainnya milik warga sekitar  yang terjangkit virus serupa.  Semua lemas, sulit makan dan kukunya mau lepas.

Membutuhkan lebih dari delapan orang untuk mengubur sapi yang mati.  sapi dikubur di belakang kandang ternaknya. Di kabupaten Ngawi saat ini ada 568 ekor sapi yang terpapar PMK 3 ekor diantaranya mati. Warga berharap ada upaya dari pemerintah kabupaten Ngawi, untuk segera melakukan vaksin bagi ternak milik warga agar wabah PMK tidak meluas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!