Serba - serbiSOSIAL

Sambut Hari Raya Nyepi, PHDI Kota Madiun adakan Bhakti Sosial

Madiun, Pewarta – Dalam rangka menyambut HARI SUCI NYEPI TAHUN BARU SAKA 1944 / 2022 yang  tepatnya tanggal  3 Maret 2022. PHDI, WHDI Bersama organisasi Agama Hindu lainnya melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Yaitu Donor darah. Yang di laksanakan Jumat, 25 Pebruari 2022. Bertempat di Kantor PMI Jl. Bali 41 Kota Madiun.

Meskipun masih Dalam situasi Pandemi covid -19, menyambut perayaan NYEPI tahun 2022 tetap di laksanakan juga selalu mentaati dan mengutamakan PROKES (5 M) sesuai himbauan catur guru yaitu Guru Wisesa (Pemerintah) sebagai modal awal yang dibutuhkan agar pandemi COVID-19 bisa cepat usai. Demikian di jelaskan Dewa Ketut Alit Ariasa selaku Penanggung jawab sekaligus ketua PHDI Kota Madiun kepada Media.

Hadir dalam kegiatan Bhakti Sosial donor darah Tersebut , Kasi Tuud Gupusmu II Puspalad Madiun Kapten Cpl I Made Subawa beserta anggotanya, Ketua PHDI Kota Madiun Dewa Ketut Alit Ariasa, Ketua PHDI Kab. Madiun, Ketua WHDI Kota/ Kab. Madiun dan Perwakian Umat hindu serta masyarakat. Dengan Tema : HARI RAYA SUCI NYEPI TAHUN BARU SAKA 1944 / 2022

“Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan “Aktualisasi Nilai Tat Twam Asi Dalam Moderasi Beragama Menuju Indonesia Tangguh”.

Semoga kesunyian NYEPI dapat menyembuhkan bumi serta keheningan bisa mendamaikan negeri terus bersatu dalam keberagaman.

Adapun untuk Hari raya Nyepi sendiri merupakan hari besar umat Hindu yang jatuh pada tahun baru saka. Yang mana Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender ┼Ťaka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru ┼Ťaka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan,

Tujuan utama dari Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan  Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta).

Adapun Rangkaian dari Perayaan Nyepi adalah,  Upacara Melasti, Tawur Kesanga, dan Saat Hari Raya Suci NYEPI

Ada Empat pantangan atau larangan yang wajib dilakukan oleh umat Hindu ketika merayakan dalam rangkaian hari Nyepi ini terdiri dari:

1. Amati Geni : tidak boleh menyalakan atau menggunakan api dan tidak diperbolehkan mengobarkan hawa nafsu.

2. Amati Karya : tidak diperbolehkan melakukan kegiatan kerja jasmani, artinya para umat Hindu wajib meningkatkan kegiatan menyucikan rohani.

3. Amati Lelungan arti tidak boleh bepergian/ tetap di rumah, harus melakukan mawas diri.

4. Amati Lelanguan yaitu tidak mengobarkan kesenangan atau hiburan.

Mereka diwajibkan untuk melakukan momen Tapa Brata Yoga dan Semadi / bertapa melakukan upawasa (memusatkan pikiran pada Tuhan) Ida Sanghyang Widhi WASA (Tuhan Hyang Maha Esa) dalam konsep Agama Hindu adalah di saat Dewa Matahari atau Dewa Surya sedang beryoga.

Dalam yoganya itu, Dewa Surya memberikan anugerah pada alam semesta dan isinya.

“Yang melakukan semedi akan mendapat anugerah,”

Setelah Melaksanakan kegiatan perayaan Nyepi baru Ngembak Geni (silaturahmi bermaaf-maafan).

Dalam kesempatan ini PHDI KotaMadiun mengucapkan SELAMAT HARI RAYA NYEPI tahun baru Saka 1944/ 2022. (Ryo)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!