Peristiwa

Program SPAM Wujudkan Pacitan Tanpa Droping Air

Bupati pacitan saat terjun lapangan membantu petugas PU memasang pipa dan kran air

PACITAN, Pewarta – Melalui program SPAM (Sistem Penyediaan dan Pengelolaan Air Minum) kebutuhan air bersih di Desa Bandar sudah berjalan. Program tersebut bersumber dari anggaran dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk air bersih, DAK sendiri melayani 9 desa, salah satunya di Bandar.

Dilihat dari Eksisting, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pacitan menyampaikan ada 125 sambungan rumah yang menggunakan air bersih, air tersebut bersumber dari Gunung Gembes, meski awalnya airnya tidak lancar karena ada kemacetan di beberapa jalur.

Dinas PUPR akhirnya melakukan program penambahan SR sejumlah 108 dan serta sambungan perpipaan HDPE sepanjang 3730 meter.

Dengan adanya program SPAM ini Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengharapkan pelayanan air bersih di Kabupaten Pacitan meningkat setiap tahunnya.

Kepala PUPR Pacitan Edy Junan Ahmad menjabarkan pada tahun 2030 semua masyarakat harus sudah terlayani masalah air bersih tersebut, sedangkan data hingga tahun ini baru 60,59 persen dan yang belum terlayani air bersih 39,41 persen” ungkapnya, Kamis (7/10/2021)

Saat musim kemarau, lanjut Edy,  desa yang belum terlayani sementara masih membutuhkan droping air, sehingga Bupati menginginkan dropping air terus menurun setiap tahunnya sehingga pada saat bupati purna, dropping air sudah tidak ada lagi” ujar Edy

“ Dinas PUPR berupaya mencari sumber air yang bagus untuk mencukupi kebutuhan air di wilayah yang masih dilanda kekeringan pada saat kemarau, melalui program SPAM dan SDA (Sumber Daya Air). Untuk pagu yang dibutuhkan untuk air bersih di Desa Bandar menghabiskan anggaran Rp. 255 Juta dari DAK” imbuhnya

Sebelum pembangunan infrastruktur lain, pemerintah memang berkomitmen untuk mengutamakan kemudahan akses air bersih kepada masyarakat.

 “Pembangunan ini harus didukung oleh 3 pilar yaitu Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat, harapan saya pembangunan ini selesai dibangun tidak boleh selesai begitu saja, ini perlu pemeliharaan dan pengembangan. Melalui HIPAM dengan iuran yang tidak seberapa ini bisa memelihara kelancaran air bersih, lebih bagus lagi jika mengembangkan SR nya” pungkasnya (st/kominfo)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button