Caleg Nyaru Wartawan Diringkus Polisi Ponorogo

0
104

Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo, Iptu Guling Sunaka.

PewartaTV, Ponorogo – Jajaran Unit Reskrim Polsek Mlarak berhasil mengamankan Calon Legislatif (Caleg)  Partai Kebangkitan Nusantara Dapil 3 Ponorogo, berinisial KTM dan NNG yang telah melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa Totokan, Kecamatan Mlarak, Ponorogo.

KTM dan NNG yang nyaru sebagai wartawan tersebut ditangkap usai menerima uang jutaan rupiah dari korban yakni Paidiono, di salah satu warung kopi di dekat Puskesmas Mlarak.

“Kami amankan seorang Caleg PKN, warga desa Bedoho, Kecamatan Sooko dan seorang temannya warga Dolopo Madiun, serta dua orang lainnya  berikut barang buktinya pada Sabtu kemarin karena telah melakukan pemerasan terhadap kepala desa Totokan,” ujar Kapolsek Mlarak, AKP. Rosyid Effendi, Senin (19/02/2024).

Penangkapan Caleg itu bermula saat Kepala Desa Totokan, bernama Paidiono mengeluh kepada anggota Polsek Mlarak bahwa ada orang mengaku sebagai wartawan meminta uang 10 juta rupiah, karena menganggap korban melakukan money politik. Jika tidak diberi mereka mengancam akan mengunggah di media online milik pelaku.

”Awalnya pelaku meminta uang 10 juta,  namun oleh kepala desa hanya diberi 1 juta. Kemudian pelaku minta lagi uang sebesar 4,7 juta. Usai menerima uang dengan total 5,7 juta tersebut langsung kami lakukan penangkapan” kata Rosyid.

Selanjutnya, keempat orang berikut barang buktinya dilimpahkan ke Satreskrim Polres Ponorogo guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo, Iptu Guling Sunaka, membenarkan adanya kejadian pemerasan tersebut. Menurutnya, setelah dilakukan penyelidikan dan menaikkan kasus tersebut ketahap penyidikan serta tercukupinya dua alat bukti dari tindak pidana pemerasan itu, kemudian pihaknya  menetapkan keduanya sebagai tersangka.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan kita naikkan ke tahap penyidikan, hasilnya kita tetapkan dua tersangka yakni KTM dan NNG yang telah melakukan tindak pidana pemerasan tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua tersangka terancam pasal 368 juncto 55 KUHP dan 369 55 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” tandas Guling. (tim)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini