ADVETORIALPEMERINTAHANSerba - serbi

Pemkab Magetan Ikuti Penilaian STBM Award 2021

Kasi kesehatan Lingkungan, kesehatan kerja,dan  kesehatan  olahraga Sapto Dwiyono, ST saat memaparkan Kepada para tim penilaI

MAGETAN, Pewarta – Pemerintah Kabupaten Magetan Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengikuti Penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) Award Tingkat Nasional yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri RI),

Penilaian STBM Awards yang dilakukan secara virtual, Dinkes Magetan mengikuti dari salah satu hotel di wilayah Telaga Sarangan,  Selasa (21/9/2021).

Penilaian STBM ini dengan metode presentasi dan tanya jawab dari pimpinan kepala daerah dan dinas terkait oleh tim STBM award secara virtual oleh tim penilai provinsi dan tim penilai pusat.

Kepada para tim penilai, Kepala Dinas Kesehatan Magetan melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja,dan Kesehatan  Olahraga Sapto Dwiyono, ST memaparkan terdapat Lima pilar yang harus dipercepat pelaksanaan pembiasaannya kepada masyarakat adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMRT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT). Hal ini harus dilakukan sebab pilar pertama Kabupaten STBM sudah diraih. Yaitu Kabupaten ODF yang sertifikasinya sudah didapatkan  pada  2014 lalu.

Sapto Dwiyono, ST
Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja,dan  Kesehatan  Olahraga Dinkes Magetan

“ Sekarang Kabupaten Magetan mengikuti penilaian atau verifikasi STBM word tingkat nasional tahun 2021, kegiatan STMB ada 5 pilar pilar utama,  yaitu stop buang air besar di sembarang tempat di kabupaten magetan kita sudah tuntas di tahun 2014. Lalu pilar berikutnya ada pilar 2 cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,  lalu pilar 3 pengelolaan makanan dan minuman sehat,  pilar  4 pengelolaan sampah rumah tangga, dan pilar 5 pengelohan limbah cair rumah tangga” ungkap Sapto Dwiyono

Sapto menjelaskan yang menjadi PR di kabupaten magetan yaitu pilar 2 sampai 5, pencapaian masih rendah pilar 2 masih 50% artinya kita menetapkan untuk pilar 2 itu adalah indikatornya sarana jadi ketika masyarakat itu sudah mempunyai sarana untuk cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir baik diluar rumah maupun di dalam rumah ini barun kita masukan bahwa pilar dua untuk masyarakat itu sudah tuntas. Sedangkan Pilar 3 ini di bawahnya pilar 2 pencapaianya sebenarnya di sini kita sudah menggandeng asosiasi potisi ulang dengan asosiasinya toyolawu kita berkoordinasi, kita pembinaan asosiasi itu agar air minum yang diminum masyarakat magetan itu air minumnya sehat.

Untuk pengelolaan sampah baik itu sampah rumah tangga ini kita bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) . Dari DLH sudah diterbitkan beberapa intruksi bupati, beberapa perda untuk pengelolaan sampah domestiknya lalu untuk pilar 5 pengelolaan limbah cair rumah tangga memang sementara ini yang dikategorikan untuk pengelolaan limbah cair rumah tangga itu, limbah cair yang dihasilkan dari dapur maupun dari kamar mandi.

Intinya di kabupaten magetan ini kita mempunyai desa yang sudah tuntas 5 pilar dari 235 desa ini baru 44 desa yang sudah tuntas 5pilar semuanya. Jadi masih mempunyai PR yang nyatanya itu kegiatan ataupun program STBM ini.

Sapto mentargetkan masyarakat magetan sudah melaksanakan 5 pilar semua,  jadi 5 pilar di STBM itu sudah tuntas semua, ini target dari dari pemerintah kabupaten magetan  melalui OPD terkait melalui pokja intel pokja sanitasi kabupaten memang memprioritaskan bahwa untuk STBM  ini 5 pilarnya bisa tuntas dalam waktu yang tidak begitu lama” urainya

Diakhir pemaparan, Sapto Dwiyono optimis bahwa Magetan  akan berhasil memperoleh penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Awards tahun 2021 (ik)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button