ADVETORIALSerba - serbi

Pemkab Madiun dan Bea Cukai Gelar Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Bidang Cukai Bagi Pelaku Koperasi

MADIUN, Pewarta – Guna memberi pemahaman dan pengetahuan Pemeritah Kabupaten Madiun melalui Dinias Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop dan UM) bekerjsama dengan bea dan Cukai Madiun menggelar sosialisasi  peraturan perundang-undangan bidang cukai  yang diikuti Wakil Koperasi Serba Usaha se Kabupaten Madiun bertempat di aula KUD Dolopo, Senin (8/11/2021)

 Kepala Bidan  Perdagangan Disperdagkop dan UM Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo: SE:M.Si mengatakan Sosialisasi in8i unruk memberikan pemahamanperaturan perundangan di bidang cukai kepada kalangan koperasi bahwa rokok.ilegal sangat merugikan negara dimana cukai yang dipungut akan dikembalikan lagi kepada masyarakat

“ Ini untuk memberikan pemahaman kepada kalangan koperasi di Kabupaten Madiun tentang peratuan perundangan bidang cukai terutama rokok ilegal yang sangat merugikann negara dimana cuukai yang dipungut akan dikembalikan kepada masyrakat” ungkap Toni

Toni berharap kepada peserta agar menyampaikan lagi kepada masyarakat untuk menekan penyebaran rokok ilegal

“ Kepada para peserta kita berharapkan apa yang didapat pada sosialisasi ini juga disampaikan kepada masyarakat sehingga menekan penyebaran rokok ilegal” pungkasnya

Sementara itu, Salah satu petugas Bea Cukai Madiun, Tri Hariyono mengatakan kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang barang kena cukai, memahami menyadari dan memberikan kontribusi untuk menekan penyebaran rokok ilegal

“ Ini sarana Edukasi bagai masyarakat tentang barang kena cukai, memahami menyadari dan memberikan kontribusi untuk menekan penyebaran rokok ilegal di Kabupaten Madiun” ungkapnya

Tri Hariyono menjelaskan beberapa ciri rokok illegal yang bisa dikenali, yaitu rokok polos, rokok salah peruntukan, rokok salah personalisasi, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan pita cukai palsu.

“Rokok ilegal itu bisa dibedakan dalam satu rumus yakni Polos atau tidak ada pita cukainya, Palsu atau pita cukainya dibuat sendiri , Bekas atau daur ulang pemakean, dan berbeda yang seharusnya dipakai untuk sigaret kretek tangan pita cukainya dilekati dengan sigaret kretek mesin atau sebalinya sehingga kerugian negara sangat banyak karena ada perbedaan tarif cukai “ pungkasnya (ik/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!