Peristiwa

Pemdes Arjowinangun Larang Tangkap Burung Hantu

Ilustrasi internet

PACITAN, Pewarta – Dilatarbelakangi semakin melonjaknya hama tikus di persawahan Desa Arjowinangun, Pemerintah Desa melarang warganya untuk menangkap dan memburu burung hantu.

Keseriusan mereka dibuktikan dengan dikeluarkannya Perdes tentang Pelarangan Penangkapan dan Perburuan Burung Hantu atau Tyto Alba.

“Terkait perburuan liar burung hantu, saya dengan tegas mengajak masyarakat untuk menjaga keberlangsungan burung predator tikus itu. Hal ini penting, sebab Tyto Alba membantu petani mengendalikan hama tikus.” Kata Rakhman Wijayanto, Kepala Desa Arjowinangun.

Sepasang burung hantu konon mampu menjaga 5 Hektar sawah. Pun demikian,warga masih bergeming terhadap himbauan pemerintah Desa.

“Awalnya memang sulit meyakinkan masyarakat. Kami memberi contoh dengan membangun Rubuha atau rumah burung hantu. Setelah melihat penurunan hama tikus dan ular secara signifikan, akhirnya warga bisa memahami dan bersama sama berusaha mengembalikan ekosistem sawah.” Ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan Joni Maryono mengapresiasi adanya Perdes tersebut.

“Kelestarian Lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya OPD penanggung jawab.” Kata Joni.

Banyak Puspa Satwa yang mulai langka dan direkomendasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk dilindungi, sehingga diperlukan kepedulian dari masyarakat.

“Harapan kami, muncul kearifan kearifan lokal di tingkat Desa untuk mendukung hal tersebut. Misalnya dengan dibuat Perdes, sehingga ada sanksi sosial dimana masyarakat langsung sebagai pengawas dan penegak Perdes.” imbuhnya.

Tentunya ini sesuai dengan visi misi Bupati Pacitan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor agraris, dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan hidup.

Bumi tanpa Puspa dan Satwa akan hilang keindahannya. Habitat keduanya terjaga, keseimbangan Ekologi bukan hanya teori dan cerita.

“Selamat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 5 November 2021” ungkap Dia menambahi.

Mewakili Bupati Joni juga mengajak masyarakat untuk menjaga satwa dari kepunahan, termasuk didalamnya menjaga ekologi, menjaga keseimbangan alam semesta. (st/DLHPacitan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!