PEMERINTAHANSerba - serbi

Paling Banyak Produksi Porang, Pemerintah Pusat Beri Perhatian Kabupaten Madiun

Madiun, Pewarta – Angka kemiskinan di Kabupaten Madiun di tahun 2018 hingga 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan, di awal kepemimpinan Bupati H. Ahmad Dawami dan Wakil Bupati H. Hari Wuryanto, dan hasilnya dalam dua tahun angka kemiskinan turun cukup siginifikan.

“Saya mulai bekerja semua pakai angka. Dari angka itu muncul permasalahan yang harus saya selesaikan, kemudian kita maksimalkan pemberdayaan dan akhirnya pemberdayaan masyarakat ini menjadi domainnya ditingkat kabupaten sampai desa,” jelas Bupati Madiun seusai mengadakan pertemuan dengan Deputi Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Sekretariat Wakil Presiden, Prof. Ahmad Erani.

Bupati menjelaskan dengan mengalokasi ADD 70 persen untuk pemberdayaan masyarakat. Pasalnya, penyelesaian pengangguran bukan hanya melalui banyaknya investasi, namun pemberdayaan juga bagian dari strategi mengurangi pengangguran. Strategi kedua, beban masyarakat harus diturunkan, caranya saat ini di setiap desa ada tempat hiburan sehingga masyarakat desa tidak harus ke kota jika berekreasi. Ketiga adalah investasi.

Bupati menegaskan, pengurangan kemiskinan dengan pembudidayaan Porang sangat erat kaitannya. Pasalnya, masyarakat di pinggiran rata-rata warga kabupaten  madiun. Untuk itu, ada intervensi dari pemerintah menyangkut budidaya Porang, seperti fariatas Madiun I sudah ada di Pemkab. Madiun, dan pihaknya mendorong KUR BNI untuk petani porang.

“Kita harus lakukan perlindungan untuk petani Porang. Penanaman porang harus oleh petani. Kalau ada investor yang masuk, harus berinvestasi untuk pasca panen. Inovasi dari Porang seperti olahannya, saya minta legalitas dari LIPI mengenai olahan yang benar untuk mendorong nilai ekonomi yang tinggi,” ujar Bupati.

Di tempat yang sama, Deputi Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Sekretariat Wakil Presiden, Prof. Ahmad Erani mengatakan pemerintah pusat memberi perhatian untuk Kab. Madiun karena yang paling banyak memproduksi Porang, bahkan peningkatannya dari tahun ketahun luar bisa. “Kami ingin menyerap potensi maupun persoalan yang dihadapi Pemda dan petani Porang di Kab. Madiun,” ungkap Erani.

Apalagi, kata Erani, Wapres mendapatkan tugas mengawal program pengurangan kemiskinan, sehingga pihaknya memandang perlu belajar dari Kab. Madiun. Karena prestasi kab. Madiun luar biasa dalam mengurangi kemiskinan, di tahun 2018 angka kemiskinan 12,56 persen di tahun 2019 turun menjadi 10,34 persen, dalam kurun waktu setahun turun 2 persen lebih.(ik/hms)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button