PEMERINTAHANSerba - serbi

Musrenbang RPJMD 2021-2026, Ponorogo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi dan Penurunan Pengangguran

Foto : Kominfo

Ponorogo, Pewarta – Pemkab Ponorogo menggelar Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD ) tahun 2021-2026 di Ruang Bantarangin, Gedung Graha Kridha Praja Pemkab Ponorogo, Senin (31/5/2021)

Bupati ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan dalam paparanya, Pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka pengangguran terbuka akan menjadi target utama dalam pembangunan di Ponorogo dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Ponorogo 2021-2026. Pertanian dan pariwisata menjadi sektor yang jadi perhatian utama.

 “Saya menempatkan pertanian sebagai prioritas satu karena saya menyadari bahwa hampir sepertiga luas Ponorogo ini adalah lahan pertanian. Sehingga kami ingin membangun Ponorogo dari ‘urusan perut’. Ketika urusan ini selesai maka semua bisa diajak untuk berpikir secara jernih untuk urusan-urusan yang lain,” papar Kang Giri sapaan akrab Bupati Ponorogo

Selain itu, Sektor pariwisata juga menjadi perhatian utama karena potensi alam dan budaya Ponorogo yang luar biasa dan tidak kalah dari daerah lain. Bentang alam yang indah seperti Ngebel dan Ngrayun serta reyog sebagai warisan budaya harus bisa digarap dengan baik. Untuk reyog, saat ini sudah dimulai upaya pelestariannya secara nyata dengan pembangunan museum reyog yang segera dilaksanakan. Hal ini diyakini akan menjadi pusat literasi budaya dan kehidupan masyarakat Ponorogo dari masa ke masa. Begitu pula Ngebel juga akan segera dipoles.

“Pariwisata yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baik pula. UMKM-nya bisa hidup, hotelnya, restorannya dan efek domino ekonominya ekonomi akan tumbuh,” ulas Kang Giri.

Dari beberapa indikator ekonomi, Pada RPJMD ini Kang Giri menargetkan pada 2024 mendatang perekonomian Ponorogo ditargetkan tumbuh di angka 5,45 persen dan di 2026 mencapai 5,60 persen. Pertumbuhan ini berada di atas pertumbuhan pada 2021 yang diperkirakan berada di posisi 3,29 persen.

Sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari perkiraan pada 2021 ini yang sebesar 3,61 persen menjadi 3,31 persen pada 2024 dan menjadi 3,11 pada 2026 mendatang. Sedangkan indeks pembangunan manusia atau IPM didorong untuk naik dari perkiraan 71,34 pada 2021 ini menjadi 72,39 pada 2024 dan 73,99 pada 2026 mendatang.

“Ini adalah target yang sangat moderat, mudah-mudahan tercapai. Saya yakin akan bisa lebih dari yang saya paparkan hari ini ketika semua potensi yang ada kita libatkan dan kita kerja samakan,” pungkas Kang Giri. (ns/is/ kominfo)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button