Serba - serbi

Mentan RI, Porang Jadi Pilihan Presiden Untuk Komoditas Unggulan

Mentan RI Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami meninjau pabrik Porang di Desa Kuwu

Madiun, Pewarta – Menteri Pertanian RI, H. Syahrul Yasin Limpo mengaku jika Porang menjadi pilihan Presiden RI Joko Widodo untuk komoditas unggulan baru di Indonesia. Untuk itu, dirinya bersama Bupati Madiun H. Ahmad Dawami, Wabup Hari Wuryanto dan jajaran eselon I di Kementarian Pertanian kembali meninjau industri Porang PT Asia Prima Konjac di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun.

Kunjungan Mentan RI ini sekaligus untuk persiapan peletakan batu pertama untuk industri lanjutan yaitu beras Porang.

 “Porang menjadi pilihan Presiden sebagai komoditas andalan baru di Indonesia khususnya dalam rangka membuat alur eksport yang beragam dan lebih optimal ke manca negara,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Porang menjadi komoditas unggulan baru ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut Mentan Indonesia merupakan negara tropis sehingga sangat spesifik memiliki kemampuan untuk pembudidayaan Porang. Untuk itu, lanjutnya, Presiden RI berencana melihat langsung pengolahan Porang di Kab. Madiun, maupun proses pascanya ke Industri dengan harapan memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dieksport ke negara-negara tertentu dengan licency yang lebih baik.

“Tidak hanya itu, sesuai perintah Pak Presiden, kita harus makan tidak saja beras, namun juga dengan komoditas lainnya seperti beras Porang ini, sehingga Presiden akan datang (ke Madiun) meski belum pasti jadwalnya,” jelas Mentan RI.

Di sisi lain, Mentan RI mengaku jika tanggal 14 Agustus (besok,red) pihaknya akan melakukan merdeka eksport yang akan dilepas serentak di 17 provinsi di seluruh Indonesia dan diikuti oleh kurang lebih 341 kabupaten/kota.

“Jadi ini Porang diminati dunia karena mengandung nutrisi yang bisa dikonsumsi orang diabetes, juga bisa untuk orang yang melakukan diet,” terangnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!