ADVETORIALPEMERINTAHANSerba - serbi

Melalui Program DAK, Tiga Desa di Magetan Dapat Program Pembangunan Sanitasi

Rokhmat Zainuddin, ST, MT,
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Magetan

MAGETAN, Pewarta – Upaya bersama untuk menciptakan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Magetan terus dilakukan. Terbaru, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Cipta Karya melaksanakan Program Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa pem,bangunan Sanitasi dilaksanakan secara swakelola pemberdayaan masyarakat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Magetan Rokhmat Zainuddin, ST, MT, menyampaikan, secara teknis program tersebut bertujuan terbangunnya sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestik skala komunal berbasis kepada masyarakat guna penurunan kematian ibu dan stunting. Juga penanggulangan kemiskinan akibat dampak Corona Virus Desease 2019 secara nasional.

Secara pemberdayaan program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam seluruh proses kegiatan meliputi perencanaan pembangunan dan pemanfaatan.

“Hal tersebut guna mendukung terwujudnya layanan sanitasi yang berkelanjutan menuju target tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) bidang sanitasi serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) air limbah melalui dukungan Pemda dalam peningkatan cakupan layanan sanitasi. Pembangunan sanitasi dilakukan dengan berdasarkan lokasi prioritas dan rencana pengembangan sistem sanitasi dalam strategi sanitasi kota/kabupaten (SSK),” kata Rohmat

Rahmat menjelaskan  ada tiga desa yang menerima bantuan program tahun anggaran 2022 ini. Yakni Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Desa Gongang, Kecamatan Poncol dan Desa mategal Kecamatan Parang yang masing-masing menerima bantuan  senialai 400 juta rupiah

 “Sehingga output program tersebut menghasilkan terbangunnya sarana prasarana pengelolaan air limbah domestik skala komunal dan skala individual berbasis kepada masyarakat baik prasarana sanitasi publik juga peningkatan kinerja sistem pengelolaan air limbah terpusat serta air limbah setempat,” terangnya

Adapun proses pelaksanaanya melalui beberapa tahapan di antaranya seleksi desa, penetapan desa sasaran, pembentukan KSM (Kelompok swadaya masyarakat), sosialisasi tingkat kabupaten, penandatanganan NPHD, sosialisasi tingkat desa, perencanaan penyusunan RKM/DED RAB, pelaksanaan pembangunan sarana sanitasi, dan terakhir serah terima.

Selain itu, Dinas PUPR melalui Bidang Cipta Karya juga melaksanakan Program TPS3R. Yakni sistem pengelohan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif efisien.” Outputnya hasil dari pengolahan sampah organik berupa kompos yang digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam dilahan sekitar TPS untuk dijual. Selain itu untuk meningkatkan kualitas hasil pengomposan akan diterapkan teknologi kompos cacing (Kascing) yang hasil pengolahan tanki biodigester berupa gas yang akan digunakan untuk suplay energi di warga sekitar TPS3R,” ungkap Rohmat

Program tersebut melibatkan masyarakat, lebih menghemat biaya, juga menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk ikut memelihara sarana, dapat berfungsinya sarana sesuai dengan peruntukannya.

Selain itu memberikan peluang kepada masyarakat untuk mengoperasikan dan mengoptimalkan sarana sanitasi yang ada sebagai sumber daya serta meningkatkan kapasitas masyarakat dengan penciptaan peluang pelatihan teknis maupun non teknis.

Selanjutnya adanya perubahan sikap dan PHBS masyarakat, adanya jumplah penambahan penerima manfaat dan terkumpulnya iuran dari masyarakat untuk pembiayaan operasional dan pemeliharaan sarana sanitasi yang terbangun.

Kriteria tempat pengelolaan sampah TPS3R, lanjut Rahmat, mampu melayani 1000 jiwa atau setara dengan 200 KK atau setara dengan 3-6M3 per hari. Untuk luas lahan yang diperlukan 200 M3 untuk keperluan lahan pengomposan, kantor pengendalian dan gudang penyimpanan.

“Komponen selotip paling penting adalah kepastian tentang tersedianya jejaring bisnis sampah sebagai pembeli produk TPS3R dan tempat pengelolaan sampah TPS3R dengan luas minimal 200 M2 sebaiknya hanya menampung sampah tercampur 20 persen sedang sampah yang sudah terpilih 80 persen,” pungkasnya (ik)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button