ADVETORIALSerba - serbiSERBA-SERBI

Melalui Pagelaran Wayang Kulit, Pemkab Ngawi Sosialisasi Peraturan Bidang Cukai Gempur Rokok Ilegal

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat memberi sambutan pada sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang Cukai di halaman Pasar Besar, Ngawi, Kamis (11/08/2022)

NGAWI, Pewarta – Gempur rokok ilegal melalui sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang Cukai terus dilakukan Kantor Bea Cukai Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi kali ini melalui gelaran wayang kulit di halaman Pasar Besar, Ngawi, Kamis (11/08/2022)

Turut hadir dalam kegiatan ini Forkopimda Ngawi, sejumlah Kepala OPD serta narasumber dari kantor Bea Cukai Madiun . Wayang kulit semalam suntuk itu mengambil lakon “Bima Bangkit

Pertunjukan ini mengemas kegiatan dialog bertajuk sosialisasi berantas dan gempur rokok ilegal. Tak hanya menyelipkan pesan tentang cukai tembakau, melalui seni tradisional wayang kulit bersama dalang cilik Bernadio Aditya Prayoga juga mengedukasi pentingnya protokol kesehatan (prokes), hingga pentingnya menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang hadir dalam acara ini menjelaskan Dana Bagi Hasi Cukai Hasil Tembakau (DBCHT) memiliki kontribusi besar dalam pendapatan daerah di Kabupaten Ngawi, “Tentu kontribusi besar ini akan lebih maksimal ketika sosialisasi benar-benar sampai di masyarakat dan menyadarkan pelaku usaha tembakau maupun rokok di Ngawi dalam mengolah rokok sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Melalui Wayang Kulit merupakan salah satu cara untuk uri-uri atau melestarikan kebudayaan daerah ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang turut menggerus kebudayaan daerah, ” Masyarakat akan terhibur dengan pertunjukan seni sekaligus mendapatan wawasan terkait cukai rokok”, imbuhnya.

 Menurut Wabup pengawasan pada rokok yang beredar di tengah masyarakat, dinilai perlu. Pasalnya, rokok merupakansalah satu barang yang berpotensi mengganggu kesehatan. Selain itu, manfaat dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) pengalokasiannya turut bisa dirasakan masyarakat. Yakni, Bidang Kesejahteraan, Bidang Penegakan Hukum dan Bidang Kesehatan Masyarakat

.”Harapannya masyarakat dapat mengenali rokok ilegal agar kita semua bisa bersama-sama melakukan pengawasan dan menekan peredarannya”, pungkasnya

Adapun ciri-ciri rokok ilegal, yakni : rokok yang menggunakan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai yang berbeda antara nama perusahaan dengan produk, pita cukai bekas yang biasanya ada sobekan, berkerut atau kusut, dan rokok polos tanpa pita cukai. (ik/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button