Daerah

Langkah Jokowi Mempromosikan Bipang Ambawang Dinilai Wajar

Jakarta – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait salah satu makan khas Indonesia, yaitu bipang ambawang atau babi panggang, dinilai wajar. Ucapan Jokowi itu dapat menjadi langkah promosi ke wisatawan domestik hingga mancanegara.

“Ini menjadi promosi yang hebat bagi kuliner Indonesia, promosi kepada wisatawan penggemar kuliner dunia. Bipang Ambawang tentu bukan untuk konsumsi umat Islam,” ujar Ketua Umum Relawan Jokowi (Rejo) Darmizal dalam keterangan tertulis, Minggu, 9 Mei 2021.

Darmizal menegaskan tidak ada yang salah dengan ucapan Jokowi. Makanan khas Kalimantan itu sama dengan makanan gudeg khas Yogyakarta, Bandeng khas Semarang, dan Pempek khas Palembang yang populer di tengah masyarakat.

Bipang, kata dia, makanan yang kerap disantap masyarakat non-muslim di Kalimantan Barat. Dia menilai pernyataan Jokowi berkaitan dengan Hari Raya Kenaikan Isa Alamasih yang jatuh pada 13 Mei 2021. Dalam waktu yang sama, umat Islam akan menjalani Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

“Bagi saya, ungkapan Presiden tersebut membuktikan bahwa beliau sangat memperhatikan hari-hari besar keagamaan dan kebutuhan umat yang merayakannya,” tuturnya.

Jokowi menuai sorotan akibat video yang mempromosikan kuliner khas daerah viral di media sosial. Jokowi mempromosikan makanan daerah demi mengobati kerinduan masyarakat yang tak bisa mudik pada Lebaran 2021 melalui video yang diunggah Kementerian Perdagangan.

Win69/PPWI.
DKI.Jakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!