Konser Selendang Biru Tak Pernah Usai, Pertunjukan Spektakuler Yang Akan Hadir Di Kabupaten Pacitan

0
54

PewartaTV, Pacitan – Setelah sukses menggelar konser bertajuk Selendang Biru Tak Pernah Usai, di benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi, Gondrong Gunarto, seniman yang juga berasal dari kota yang sama, kembali akan menggelar konser di museum dan galery SBY-ANI, kabupaten Pacitan.

Konser musik level dunia ini seolah menjadi kejutan besar bagi masyarakat Pacitan, pasalnya selama ini belum pernah ada gelaran konser sedemikian rupa seperti konser Selendang Biru Tak Pernah Usai.

Pertunjukan yang akan digelar di halaman museum dan galeri SBY-ANI, akan dimulai pada 20 Juni 2024 malam dan gratis terbatas untuk umum .

” Konser ini terbatas untuk umum. Mohon maaf karena keterbatasan tempat area halaman museum kuota hanya 700 orang. Tapi jangan khawatir, tanpa mengurangi rasa hormat, masyarakat umum bisa melihat melalui Videotron yang kami sediakan di luar museum dan galeri SBY-ANI.” Jelas Nabila, manager operasional museum dan galeri SBY-ANI.Rabu (19/06/2024)

Baca Juga : Dewan Kesenian Pacitan Bersama Koalisi Seni Indonesia, Pastikan Kawal Pemajuan Kebudayaan Di Kabupaten Pacitan

Selendang Biru Tak Pernah Usai adalah gambaran perjalanan musikal Gondrong Gunarto atas pembacaannya pada karya-karya musik seniman legendaris Ki Nartosabdo.

“Menghormati gamelan bisa dengan cara apapun. Bisa dengan menguri-uri atau memainkan gendhing-gendhingnya. Saya mencoba membawa gamelan dengan garapan baru ke wilayah (aliran musik) yang lain. Ini bentuk penghormatan saya terhadap gamelan,” kata Gondrong Gunarto saat press release bersama awak media.

Pada selendang Biru Tak Pernah Usai, Gondrong Gunarto memadukan berbagai elemen musik tradisional dan kontemporer. Menciptakan sebuah harmoni yang mendalam.

Baca Juga : Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Nusantara Power Up Pacitan Bersama DLH Provinsi Jawa Timur, Gelar Aksi Bersih Pantai

Gondrong Gunarto menambahkan , membaca ulang gending-gending Ki Nartosabdo adalah membaca kompleks kehidupan seni yang memikat dan menantang pada tubuh musikal Ki Nartosabdo. Gondrong menyusuri lansekap historiografi Garapan karya, pemikiran, dan kehidupan sosial-kesenimanan Ki Nartosabdo untuk dibabar dalam dimensi musik kini, dengan menyajikan bahasa musikal baru agar mudah didekap audiens sekarang.

“ saya mengaransemen ulang gending-gending Ki Nartosabdo dengan cara, gaya, dan pendekatan musikal dalam wajah musik sekarang. Berkolaborasi dengan Tresnawara Chamber Orkestra dengan Conductor, Imoeng Mulyadi dari Yogyakarta,” pungkas Gondrong.( Ton)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini