PERISTIWAPeristiwa

Jaga Harga Bahan Pokok, Pemkab Magetan Gelar Pasar Murah Di Takeran

Bupati Suprawoto saat meninjau stan pasar murah, Rabu (24/8)

MAGETAN, Pewartatv – Krisis komoditas pangan global akibat kenaikan harga pangan yang berasal dari impor utamanya tepung terigu saat ini sedang  menjadi isu perbincangan utama di beberapa negara tak terkecuali di Indonesia. Hal ini disebabkan  karena lonjakan harga komoditas internasional imbas perang Rusia dan Ukraina.

Tak dipungkiri, kenaikan harga pangan tersebut juga menjadi pemicu utama terjadinya kenaikan inflasi. Dihimpun dari bps.go.id, laju inflasi selama bulan Mei 2022 tercatat sebesar 0,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,42.

Menyikapi hal tersebut, untuk menstabilkan harga pangan pokok yang sekaligus masih dalam rangka peringatan HUT ke- 77 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui leading sektor dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) gelar Pasar Murah yang ditempatkan di Desa Tawangrejo Kecamatan Takeran, Rabu (24/8).

Adapun produk yang dijual di antaranya beras 5 kg seharga Rp 37.500, gula pasir Rp 11.000/kg, minyak goreng 1 liter Rp 13.300/liter, telur ayam Rp 24.000/kg, daging sapi 1/4 kg Rp 20.000, daging ayam 1/2 kg Rp 11.000. Pasar murah ini diadakan di halaman SDN Tawangrejo 1 Kec.Takeran.

Sedang untuk OPD yang mengikuti pasar murah antara lain adalah Disperindag dengan produk gula dan minyak goreng, Disnakkan dengan produk telur, daging ayam, daging sapi, ikan, dan olahan ikan, Dinas TPHPKP  dengan produk beras, Dinkop UMKM  dengan produk unilever (sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, sampo), PKK dengan produk mie instan, GOW dengan produk bawang merah, bawang putih, kentang, serta DWP dengan produk susu, kopi, dan sirup.

Pasar murah ini menjadi langkah awal dalam mengendalikan harga pangan di tingkat konsumen sekaligus menyampaikan bahwa harga komoditas pangan bisa murah tanpa harus merugikan pedagang. Artinya memperoleh keuntungan, pedagang memperoleh margin keuntungan yang wajar  dan aksesibilitas masyarakat dalam pemenuhan bahan pangan dapat memperoleh harga yang murah dan terjangkau.

Bupati Magetan Suprawoto saat di wawancarai menyampaikan, pasar murah ini diadakan karena adanya kenaikan harga secara psikologis di mana seperti bantuan telur dari pemerintah turun ternyata harga telur naik dan juga produk-produk yang lain. “Acara pasar murah ini diadakan di Desa Tawangrejo karena berbatasan dengan Madiun sebagai upaya perhatian Pemkab atas daerah yg jauh,” pungkasnya. (Diskominfo: to2/fa2/IKP1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!