Daerah

Hardiknas, Momentum Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan TNI AL (Hardikal) di Lapangan Laut Maluku Kodiklatal, Jumat, (13/5/2022). Foto : kominfojatimprov

JATIM, Pewarta – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei namun kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini diperingati  tanggal 13 Mei .

 Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Atau Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim. Mundurnya peringatan hardiknas tersebut tak lepas tanggal 2 mei merupakan hari libur dan cuti bersama idul fitri 1443 hijriah

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjadikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei sebagai momentum pemulihan pendidikan pasca pandemi Covid-19.

“Pandemi menyadarkan kita pentingnya inovasi, teknologi serta peran keluarga dan lingkungan dalam pendidikan. Walaupun pembelajaran tatap muka kembali dilanjutkan, mari kita terus membangun kepedulian bersama terhadap pendidikan dan menumbuhkan semangat inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan,” ujar Wagub Emil setelah mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan TNI AL (Hardikal) di Lapangan Laut Maluku Kodiklatal, Jumat, (13/5/2022).

Dalam acara Dirgahayu Hari Pendidikan TNI Angkatan Laut (Hardikal) ke-76 Tahun 2022 tema yang diangkat, “Lembaga Pendidikan TNI Angkatan Laut Terus Berkomitmen Membangun Sumber Saya Manusia Unggul Guna Mewujudkan TNI AL yang Profesional, Modern dan Tangguh”.

Disampaikan Wagub Emil, pendidikan adalah investasi masa depan bangsa dan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga masyarakat.

“Semoga kita bisa mewujudkan ekosistem yang mendukung pendidikan menyeluruh baik dalam dan luar sekolah, yang mencetak bukan saja penguasaan ilmu, tetapi karakter yang unggul dan berbudi pekerti luhur,” jelasnya.

Upaya mendukung pendidikan di Indonesia, pemerintah pusat melalui Kemenristekdikti mencetuskan kurikulum merdeka belajar. Kurikulum merdeka belajar, kata Wagub Emil, merupakan terobosan menjawab perubahan zaman. Targetnya bukan sekadar mengejar materi pelajaran, tetapi menerapkan pembelajaran kontekstual.

Lebih lanjut, dalam hal ini, tuntutan terhadap lulusan pendidikan semakin mengarah kepada kemampuan berpikir kritis, menerapkan ilmu dalam situasi yang melibatkan kompleksitas sosial, serta semakin tergantikannya pekerjaan yang bersifat rutin dengan kecerdasan buatan.

“Tentu ini bukan perjalanan singkat, masih banyak ruang untuk penyempurnaan, tetapi kita harus konsisten dan terus berikhtiar bersama,” ungkapnya.

Dengan demikian, Wagub Emil berharap hari pendidikan Nasional dijadikan momentum untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya SDM pendidikan di Jatim.

Menurutnya, Jatim harus menjadi provinsi yang mengutamakan keunggulan SDM. Komitmen pemprov melalui tis-tas (gratis-berkualitas) menitikberatkan kepada upaya berkelanjutan mendorong peningkatan akses pendidikan (education for all).

“Termasuk lembaga negeri maupun swasta, serta kualitas yang dikaitkan dengan relevansi kurikulum dan lapangan kerja atau usaha serta mencetak lulusan yang memiliki karakter peduli dan siap merajut kekokohan kehidupan bermasyarakat sesuai semangat Pancasila,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menambahkan, peringatan hardiktal menjadi momentum meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia di Jatim.

Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jatim atas kerjasama dan  komitmen secara bersama-sama memajukan bangsa melalui pendidikan. “Letak lembaga pendidikan sebagian besar ada di Provinsi Jatim utamanya Surabaya,” tegasnya. (non/sat)

Sumber : KominfoJatimProv

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!