BUDAYADESADesaPeristiwa

Gelar Wayang Meriahkan Nyadran Desa Dinden

NGAWI, Pewarta – Nyadran tentu tidak asing lagi bagi kita semua. Nyadran atau bersih desa adalah tradisi pembersihan makam oleh masyarakat Jawa, umumnya di pedesaan. Dalam bahasa Jawa, nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban. Suatu rangkaian budaya yang berupa pembersihan makam leluhur, tabur bunga, dan puncaknya berupa kenduri selamatan di makam leluhur.

Kegiatan Nyadran di Jawa sangat eksotik, unik dan menarik. Karena tidak hanya dilakukan oleh Agama atau golongan tertentu saja. Terlepas apapun keyakinannya soal Nyadran menjadi hal yang perlu dilaksanakan. Karena ini bagian dari adabnya Anak Keturunan Jawa, berkaitan dengan balas budi dan perwujudan rasa syukur, tiap-tiap daerah memiliki ragam cara tersendiri untuk melaksanakannya. Ada yang dikerjakan perorangan, ada juga yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu keluarga atau pun satu kampung.

Di Desa Dinden Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi, Kegiatan Bersih Desa tiap tahunnya diselenggarakan dengan menampilkan wayang. Karena adanya pandemi covid-19 kegiatan bersih desa masyarakat yang hadir  diharuskan menggunakan protokol kesehatan ketat dan dilaksanakan pagi sampai sore.

Kepala Desa Dinden, Danang Gulit mengatakan,” bersih desa ini tetap diadakan walaupun dalam posisi pandemi covid-19, karena ini sudah tradisi turun temurun yang harus dilestarikan. Dan berharap dengan bersih desa ini, masyarakat Desa Dinden selalu diberi kesehatan, terhindar dari marabahaya dan para pemimpin yang diberi kekuatan iman lahir dan batin untuk selalu mengabdi demi kemajuan pembangunan di desa.

Gulit juga berharap bahwa generasi agar tidak lupa kepada pendahulunya. Leluhur mungkin sudah terkubur bumi, namun nilai-nilai kesejarahan tetap terpatri, takkan lenyap begitu saja dihempas modernisasi. Az

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button