PERISTIWAPeristiwa

Gandeng PPPPTK TK dan PLB, Pemkab Ponorogo Gelar Seminar Nasional Pendidikan Inklusif

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat memberikan sambutan sekaligus membuka seminar, Senin (24/5/2021)

Ponorogo, Pewarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa  (PPPPTK TK dan PLB) Bandung menggelar seminar nasional Pendidikan Inklusif dengan mengusung tema “ Guru Bermartabat, Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Hebat “ yang dilakukan secara offline dan online dengan seluruh tenanga pendidik yang ada di Ponorogo.

Seminar nasional tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ponorogo, Sugiri ‘Kang Giri’ Sancoko, di auditorium Gedung terpadu Kabupaten Ponorogo, Senin (24/5/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Endang Retno Wulandari mengatakan, seminar nasional inklusif yang diikuti oleh tenaga pendidik yang ada di Ponorogo ini akan berlangsung selama dua hari.

“Seminar Nasional Inklusif ini dimulai pada hari ini, dan besok deklarasi inklusif di Gedung PGRI,” ungkapnya dikutib Pewarta dari page ponorogo.go.id.  

Retno menjelaskan, seminar nasional ini diikuti oleh 6.300 tenaga pendidik yang terdiri dari Kepala Sekolah dan guru mulai dari tingkat Pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan jajaran Kemenag.

“karena mengingat masih masa pandemi untuk peserta kita bagi 2, online maupun offline,” jelasnya.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko  dalam sambutannya menuturkan, tugas Pemerintah memberikan Pendidikan yang berkeadilan, yang mana anak-anak kebutuhan khusus mendapatkan Pendidikan yang baik. Kabupaten Ponorogo berusaha memberikan layanan Pendidikan dengan hak yang sama untuk setiap anak-anak, melalui Pendidikan inklusif, baik untuk anak-anak normal ataupun anak-anak berkebutuhan khusus.

“menyadari hal itu, Kabupaten Ponorogo bertekat membangun budaya inklusif untuk mewujudkan Ponorogo hebat, karena budaya inklusif merupakan kunci utama keberhasilan Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Kang Giri sapaan akrab bupati ponorogo  menambahkan,  budaya inklusif ini akan terbangun apabila kita bergotong royong dari seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab dan berkomitmen bersama. “ini merupakan salah satu Langkah untuk mewujudkan Pendidikan Hebat menuju Ponorogo Hebat,” pungkasnya (ns/Is)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!