HUKRIMPERISTIWAPeristiwa

Enam Pengedar Narkoba Diringkus Polisi Polres Ngawi

Konferensi Pers ungkap kasus peredaran narkoba di Rupatama Sapama Satwika Polres Ngawi, Kamis (15/9/2022)

NGAWI, Pewartatv-Kepolisian Resort Ngawi melalui Reserse Narkoba berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis jenis sabu dan obat / pil koplo.

Bertempat Aula di Rupatama Parama Satwika Polres Ngawi Kamis (15/09/2022) konferensi pers Ungkap kasus narkoba Polres Ngawi berhasil mengamankan Enam pelaku dan barang bukti jumlah semua sabu 1,07 Gram, Pil koplo 2414 butir jenis trihexphenidyl dan tramadol.

Melalui press release Wakapolres Ngawi Kompol Henry Ferdinand Kennedy Mengatakan, “Penangkapan tersangka kasus narkoba ada enam orang salah satunya seorang wanita. yang masing masing berasal dari dua warga Kecamatan Sine,dan masing-masing satu tersangka adalah warga Kecamatan Gerih, Kecamatan Ngrambe, Kecamatan Gondang Kabupaten Sragen, dan Kecamatan Mangunharjo Kota Madiun. Semua tersangka adalah sebagai pengedar yang ditangkap pada bulan Agustus sampai September 2022. Semuanya di dapat dari suplayer online dengan akun yang berganti-ganti dan sampai saat ini masih dalam pengembangan.

Dari para tersangka yang salah satunya seorang perempuan sementara ini tidak ditahan di mapolres ngawi karena masih memiliki dua anak kecil, tetapi tersangka wajib lapor ke polsek sine yang diabsen oleh Satreskrim Narkoba Polres Ngawi melalui video call setiap senin dan kamis sampai nanti pelimpahan ke kejaksaan negeri ngawi.

Pengungkapan kasus berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkoba di wilayah itu. Informasi lalu disampaikan Satreskrim Narkoba untuk dilakukan penindakan dengan kasus yang berbeda,”ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut Tersangka pengedar narkoba jenis sabu dijerat Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan
paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.
Serta Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua belas tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 milyar rupiah.

Serta tersangka pengedar Narkoba jenis pil koplo diancam dengan hukuman Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) Ancaman Hukumannya pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satumiliar rupiah). Dan Pasal 197 Jo Pasal 106 Ayat (1) Ancaman Hukumannya pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah). (Az)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!