Peristiwa

Diduga Warga Tenggumung Surabaya Tertipu Sales Dealer

Kepala cabang Honda ( JaKet hitam ) saat dikonfirmasi awak media

Surabaya, Pewartatv.co.id – Kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga agar tidak mudah percaya bila hendak membeli sepeda motor walaupun di Showroom namun Kebanyakan masyarakat masih langsung percaya karena transaksi dilakukan di sana.

Seperti kejadian yang dialami Heri Sukamto Warga Tenggumung baru Selatan Surabaya, dia mengaku jika dirinya telah menjadi korban penipuan oleh seorang bernama Suseno yang mengaku sebagai seles Dealer Honda PT. Anugrah Pratama yang berlokasi di Jalan Banyu Urip No 212 Kecamatan Sawahan Kota Surabaya

Suseno itu diduga telah melakukan penipuan terhadap konsumen dengan mengiming-imingi harga rendah dari pasaran penjualan melalui akun Facebook nya.

Dari keterangan Heri bahwa pada tanggal 14 Januari 2022. Sekitar pukul 19.00 wib. Dia disuruh datang ke Deiler Honda, PT. Anugrah Pratama di Jalan Banyu Urip No 212 surabaya.

“Disana saya disuruh menyerahkan uang sebesar 5 juta untuk inden sebuah Motor Honda PCX Cbs yang mau dibeli secara tunai dan mendapatkan kwitansi yang sudah ada stempel resmi dari Dealer tersebut.” Kata Heri pada media pewartatv

Namun setelah dua minggu menunggu. motor yang dipesan tersebut tidak kunjung dikirim maka Heri justru malah menjadi curiga sehingga Heri  menelpon pihak Dealer dan ternyata oleh Suseno hanya dimasukkan 800 ribu untuk bayar inden.

Begitu mengetahui hal yang janggal itu, Heri berusaha menghubungi Suseno yang menerima uang tersebut. Namun No HP yang dihubungi sampai saat ini tidak aktif dan suseno tidak tahu kemana rimbanya alias menghilang.

“Suseno sudah dua minggu ini mas HP nya tidak aktif dan menghilang kan jejak. Saya jadi curiga pada Kuseno setelah tidak ada kabar.” Katanya

Saat dikonfirmasi, Hendro selaku kepala cabang Honda PT. Anugrah Pratama membenarkan, jika saudara Heri telah mengambil sepeda motor PCX di Dealer sini melalui seles bernama Suseno.

Dan Hendro ini malah mengatakan bahwa kwitansi pembelian sepeda motor yang dibawa Heri itu tidak resmi alias palsu. Yang diduga kuat dipalsukan atau dibuat sendiri oleh suseno.

“Itu bukan kwitansi resmi dari Kami ( dealer) itu kwitansi umum dan kalau memang kwitansi itu asli dari perusahaan pasti kita akan ganti, tapi itukan palsu ya kan kita sama -sama dirugikan mau bayar ganti gimana saya, kan uang tidak masuk ke perusahaan. ” ujar Hendro saat ditemui di Dealernya., Sabtu (05/02/2022)

Lebih lanjut, Hendro menjelaskan,terkait kasus seperti yang dialami oleh Heri ini, sudah ada tiga orang yang komplin. Selain Heri dengan kerugian 5 juta, ada lagi tiga orang lainnya dengan kerugian sebesar 8 juta, 11 juta, dan ada yang 15 juta.

“Namun kita bisa apa, disini aturannya sudah jelas, seles dilarang bawa uang dan itu sudah ada tulisan setiap pembayaran harus memakai kwitansi resmi, kalaupun transfer ada rekening khusus dari perusahaan,” paparnya Hendro.

Saat disinggung, siapa yang bertanggung jawab terkait ganti rugi kepada klien, Hendro, sebagai kepala cabang tidak bisa berikan ganti rugi kepada Heri

Hendro menambahkan selain  Heri pihaknya juga merasa sangat dirugikan oleh suseno, karena nama baik dealer bisa jelek dengan adanya kasus ini

“Ini sudah jelas pencemaran nama baik, saya akan melaporkan kasus ini kepolsek sawahan. Tapi sementara saya masih nunggu surat kuasa dulu dari pusat,” terang Hendro dengan wajah cemas (eko s)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!