Jepang Percepat Pengembangan Rudal Hipersonik dan Drone Serang Berbiaya Rendah
Jepang mempercepat pengembangan teknologi militer baru di tengah meningkatnya tantangan keamanan kawasan Indo-Pasifik. Kementerian Pertahanan Jepang menyiapkan rudal hipersonik yang diluncurkan dari kapal selam. Tokyo juga mengembangkan drone serang berbiaya rendah untuk memperkuat kemampuan pertahanan.
Rencana tersebut tercantum dalam rancangan anggaran Jepang untuk tahun fiskal 2027. Tahun fiskal itu berlangsung mulai 1 April 2027 hingga 31 Maret 2028. Rudal hipersonik dari kapal selam diarahkan untuk mendukung kemampuan serangan balasan Jepang. Tokyo juga mengkaji pemasangan rudal jarak jauh pada kapal selam.
Selain rudal, Jepang ingin mengembangkan drone serang dengan biaya produksi lebih murah. Penggunaan komponen sipil dinilai dapat menekan biaya pengadaan. Konsep tersebut juga memungkinkan produksi drone dalam jumlah besar dan waktu relatif cepat. Dokumen anggaran pertahanan Jepang sebelumnya menunjukkan peningkatan fokus pada berbagai sistem nirawak.
Kementerian Pertahanan Jepang telah mengalokasikan sekitar 100,1 miliar yen untuk program SHIELD pada tahun fiskal 2026. Program itu mencakup UAV, kendaraan permukaan nirawak, dan kendaraan bawah laut nirawak. Jepang juga mengembangkan kemampuan drone antikapal dan drone serang berbasis kapal.
Perubahan tersebut berlangsung ketika Tokyo memperluas kemampuan pertahanannya menghadapi lingkungan keamanan yang semakin kompleks. Reuters melaporkan Jepang sedang menguji drone serang HX-2 buatan perusahaan Jerman Helsing. Langkah itu menunjukkan peran teknologi nirawak semakin penting dalam strategi pertahanan Jepang.





