Plt PM Kosovo Dilempari Telur di Parlemen, Sidang Berujung Ricuh
Sidang parlemen Kosovo berlangsung ricuh setelah Perdana Menteri sementara Albin Kurti dilempari telur. Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan politik kembali meningkat.
Aksi tersebut dilakukan anggota parlemen oposisi Time Kadrijaj. Ia melemparkan sejumlah telur ke arah Kurti saat sidang berlangsung di Pristina. Petugas keamanan kemudian bergerak menghentikan aksi tersebut.
Kericuhan terjadi setelah Kurti meminta waktu tambahan untuk melakukan pembicaraan politik. Kosovo sedang menghadapi kebuntuan dalam proses pembentukan pemerintahan baru. Kebuntuan tersebut berkaitan dengan hasil pemilu parlemen yang belum menghasilkan mayoritas pemerintahan.
Partai Kurti memenangkan 53 kursi dalam pemilu 7 Juni 2026. Namun, jumlah tersebut masih kurang dari 61 kursi yang dibutuhkan untuk memperoleh mayoritas parlemen. Kondisi tersebut membuat proses pembentukan pemerintahan menghadapi hambatan.
Insiden pelemparan telur akhirnya membuat sidang parlemen Kosovo dihentikan sementara. Anggota keamanan berusaha mengendalikan situasi setelah aksi protes berubah menjadi keributan. Peristiwa tersebut kemudian menjadi sorotan media internasional.
Krisis politik Kosovo semakin rumit karena parlemen belum mampu menyelesaikan proses konstitusionalnya. Tenggat pembentukan lembaga legislatif juga telah berakhir ketika ketegangan tersebut terjadi.
Situasi tersebut menambah tekanan terhadap Albin Kurti dan partainya. Pemerintah sementara harus mencari dukungan politik untuk mengakhiri kebuntuan. Tanpa kesepakatan, Kosovo berpotensi kembali menghadapi ketidakpastian politik.
Kericuhan di parlemen menjadi gambaran meningkatnya ketegangan antarkelompok politik Kosovo. Pemerintah dan oposisi kini dituntut mencari jalan keluar melalui proses politik. Stabilitas pemerintahan menjadi perhatian utama setelah insiden tersebut.





